Pangkalpinang, 8 Juni 2026 – Dalam upaya memperkuat pilar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang telah berjalan konsisten selama beberapa tahun terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar momentum krusial bagi resiliensi daerah. Bertempat di Gedung Pusdalops BPBD Provinsi, secara resmi dilaksanakan peluncuran (launching) Website Pusat Pengendalian Data dan Operasi (PUSDALOPS) yang dihadiri oleh perwakilan BPBD dari 7 kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Agenda strategis ini tidak hanya berfokus pada peluncuran sistem baru, melainkan juga merangkap konsolidasi KIE Tahun 2026, peresmian sistem integrasi penyatuan data berbasis web, pemaparan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyajian data, pembekalan teknik input dan sinkronisasi data bagi operator, serta ruang diskusi terbuka guna memetakan sekaligus mengurai kendala faktual di lapangan. Langkah akseleratif ini merupakan wujud optimalisasi dan tindak lanjut konkret atas fasilitas gedung serta perlengkapan kedaruratan yang bersumber dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB RI).

Dedikasi dan Visi Kepemimpinan: Mengikis Sekat Birokrasi Data

Kehadiran platform digital ini lahir dari inisiasi progresif serta komitmen penuh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si.. Melalui loyalitas yang tinggi terhadap pembenahan manajemen bencana, beliau mengidentifikasi urgensi atas kemudahan akses data dan pentingnya menyatukan informasi penanggulangan bencana secara holistik di Bumi Serumpun Sebalai. Refleksi kepemimpinan Budi Utama bermula dari evaluasi mendalam terhadap sistem terdini. Sejak awal menakhodai lembaga ini, pengelolaan data Pusdalops dinilai belum optimal karena masih bersifat manual, luring (offline), serta belum terkoneksi antardaerah. Pola lama ini memicu hambatan birokrasi di mana operator provinsi harus menghubungi pihak kabupaten/kota terlebih dahulu demi memenuhi kebutuhan data publik. Merespons tantangan tersebut, Budi Utama bergerak taktis membangun sinergi lintas sektoral bersama Diskominfo Provinsi Babel untuk merancang website Pusdalops terintegrasi.

"Kami di tingkat Provinsi percaya sepenuhnya bahwa sistem ini akan dimanfaatkan secara optimal di tingkat kabupaten/kota karena telah terkoneksi langsung dan include dengan visualisasi peta," tegas Budi Utama. Beliau juga membakar semangat kolektif para peserta dengan menyatakan, "Sistem ini bukan hanya milik provinsi, melainkan milik kita bersama. Silakan akui, adopsi, dan gunakan sebaik mungkin sesuai kebutuhan taktis kita di daerah."

Fungsi Strategis dan Implementasi Lapangan

Website Pusdalops ini diproyeksikan menjadi single source of truth—sumber informasi tunggal yang valid, efektif, dan efisien dalam memangkas waktu respons kebencanaan. Sistem ini memuat integrasi data riil yang mempermudah pelaporan, pemutakhiran Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Kontinjensi (Renkon), serta dokumen strategis kebencanaan lainnya.

Untuk memastikan keberlanjutan taktis di lapangan, mekanisme baru akan diterapkan: setiap regu Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bertugas wajib menempatkan satu orang personel Pusdalops. Personel tersebut mengemban peran krusial untuk memfasilitasi kebutuhan data, melakukan input informasi, serta mendokumentasikan dinamika lapangan secara seketika (real-time).

Apresiasi dan Sinergi dari Kabupaten/Kota

Inovasi ini disambut dengan optimisme tinggi oleh jajaran BPBD di daerah:

Zainal Horizon, S.E. (Kepala Pelaksana BPBD Belitung): Menyatakan bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas kerja petugas lapangan. Kendati masih menghadapi tantangan ketersediaan admin khusus, ia berharap edukasi dalam forum ini mampu diserap baik oleh operator untuk kemudian ditularkan kepada rekan-rekan internal.

H. Syafrizal, S.E. (Kepala BPBD Bangka Barat): Mengapresiasi kemudahan pelaporan yang membantu pembaruan basis data dokumen kebencanaan daerah. Ia menitipkan harapan agar BPBD Provinsi ke depan lebih intensif melakukan pembinaan demi mengatasi kendala penyatuan domain antar-instansi di daerah agar terwujud kebijakan 'Satu Data' yang paripurna.

Rizka (Operator Website Kabupaten Belitung Timur): Menilai sistem baru ini sangat keren, sederhana, namun sarat fungsi. Pihaknya siap melakukan penyesuaian berkala seraya mengevaluasi kesesuaian sistem dengan dinamika kebutuhan riil di lapangan.

Harapan Menuju Resiliensi Bangka Belitung

Peluncuran website Pusdalops ini menjadi momentum kebangkitan tata kelola data bencana yang modern.dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh seluruh perwakilan BPBD 7 kab/Kota serta dukungan penuh, loyalitas tanpa batas dari tim Pusdalops, juga kolaborasi solid dari seluruh operator di 7 kabupaten/kota, sistem ini diharapkan dapat berjalan secara optimal. Melalui akurasi, kecepatan, dan keandalan informasi yang disajikan, platform ini berkomitmen memberikan kemanfaatan nyata, perlindungan preventif, dan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercinta.

SALAM TANGKAS, TANGGAP, TANGGUH, BERDAYA!